Komodo Travel
BERANDA DESTINASI PEMESANAN GALERI INFO KONTAK ENGLISH
DESTINASI PEMESANAN GALERI INFO KONTAK ENGLISH

Beranda> komodo

Komodo Reptil Langka Dan Terbesar Di Dunia

Komodo adalah reptil terbesar di dunia yang ditemukan pertama kali oleh JKH Van Steyn ditahun 1911, sebagai penghuni utama pulau komodo yang terletak di kawasan Indonesia Timur tepatnya diantara pulau Flores Nusa Tenggara Timur dan pulau Sumbawa Nusa Tenggara Barat.

biawak komodo
Untuk melindungi reptil terbesar yang langka tersebut pada tahun 1980 pemerintah Indonesia mendirikan Taman Nasional Komodo. Luas keseluruhan kawasan mencapai 2321 km2, sedangkan luas daratan dihitung dari tiga pulau besar yang masuk dalam kawasan yaitu pulau Komodo, Padar, dan pulau Rinca juga pulau-pulau kecil mencapai 603km2.

Penduduk dunia telah ikut melindungi dan melestarikan keberadaan komodo, tercatat pada tahun 1986 UNESCO telah menetapkan kawasan Taman Nasional Komodo sebagai World Heritage Site dan Man and Biosphere Reserve. Saat ini untuk keperluaan konservasi perlindungan diperluas mencakup seluruh keanekaragaman hayati yang berada di kawasan komodo baik di darat maupun di laut.

Ora adalah sebutan untuk komodo (varanus komodoensis) oleh penduduk desa yang sudah dari dulu hidup berdampingan dalam satu pulau. Di pulau komodo sebagai tempat berkembang secara liar, pernah di temukan spesies terbesar dengan berat mencapai 166 kilogram dan panjang keseluruhan 3.13 meter. Untuk saat ini rata-rata yang bisa ditemui kurang lebih seberat 75 kilogram. Dalam mulut komodo merupakan tempat pertumbuhan bakteri mematikan, berasal dari jaringan gingiva yang melapisi 60buah gigi dengan panjang 2.5 cm akan terluka saat mengunyah makanan.

cara makan komodo
Komodo jantan dengan warna merah bata bercampur abu-abu kehitaman dalam pertumbuhannya di alam liar lebih besar, di banding komodo betina yang lebih kecil dengan warna hijau dengan bintik-bintik kuning.

Komodo sering keluar dari sarangnya pagi sampai sore hari mencari makanan, biawak komodo dapat melihat mangsa sejauh 300meter tetapi tidak mendengar dengan baik. Pada malam hari jarang aktif karena retinanya tidak mampu melihat dengan baik pada malam hari. Dengan bantuan angin lidah komodo yang panjang bercabang dengan warna kuning bisa sebagai alat mendeteksi rasa dan mencium bau bangkai hingga 9 kilometer bahkan sebagai navigasi di malam hari.

Perilaku Dan Cara Hidup Komodo

Komodo menyukai daerah yang panas dan kering, pada ketinggian rendah di hutan tropis untuk berkumpul dengan yang lain saat berkembang biak dan makan mangsa buruan. Komodo sebenarnya binatang suka menyendiri aktif di siang hari dan sedikit aktif pada malam hari.

kaki komodo
Sarang komodo berada di dalam tanah di daerah perbukitan dengan suhu yang sejuk karena hembusan angin laut, lebar sarang kurang lebih 2 meter yang dibuat dengan menggali tanah dengan kaki dan cakarnya yang tajam. Biawak komodo untuk memburu mangsanya yang berada jauh dari jangkauannya, reptile ini menggunakan ekor untuk menyangga badannya agar dapat berdiri, bahkan komodo pandai memanjat pohon dengan cakarnya.

Pulau pulau dalam kawasan ini dikelilingi pantai yang berpasir dan jernih airnya, sering kita jumpai komodo berenang dengan sangat baik bahkan bisa menyelam sampai kedalaman 4 meter. Biawak ini terkadang terlihat seperti binatang pemalas saat berteduh di sebagian waktu aktifnya, namun jika kakinya terangkat dan perutnya tidak menempel di tanah, komodo mampu berlari sangat kencang bisa mencapai 20 km/jam saat memburu mangsa.

Cara Komodo Berburu Dan Makan.

cara makan komodo
Komodo termasuk reptil yang pandai berburu walaupun kebanyakan makan dari binatang yang sudah jadi bangkai, biawak ini biasa menyerang dengan tiba-tiba terhadap target buruannya dengan cara mengendap-endap. Reptile ini menyerang pada bagian leher atau tenggorokan, lalu mangsa buruan dibiarkan lepas. Jejak ceceran darah mangsa buruan itu menjadi jalan untuk menemukan buruan, dengan penciumannya yang tajam mampu mendeteksi keberadaan bangkai buruan sejauh 9 kilometer dengan bantuan tiupan angin.

Mangsa buruan di makan bulat-bulat dalam potongan besar, yang sebelumnya dicabik-cabik dengan gigi dan lehernya yang kuat. Komodo dapat bertahan hidup dengan rata-rata makan sekali sebulan namun dalam jumlah yang besar bisa mencapai 75% berat tubuhnya. Setelah bangkai mangsanya tercerna dalam perutnya, komodo memuntahkan rambut, gigi dan tanduk sisa dari pencernaan.

Reproduksi Komodo

Komodo mulai memasuki musim kawin bulan Mei sampai Agustus, komodo jantan saling berkelahi dengan jantan lainnya untuk merebutkan betina. Komodo jantan yang dominan dan betina terus melanjutkan musim kawin hingga menghasilkan telur sekitar 30 butir. Biasanya bulan September telurnya di simpan dilubang bekas burung gosong yang telah di tinggalkan. Komodo betina menggali lubang serupa sarang cukup banyak di sekitar lubang tampat menyimpan telur, untuk menipu serangan dari binatang lain yang akan memakan telurnya.

anak komodo
Komodo betina terus menjaga telur dari permukaan tanah dari peredator dan pemangsa lainnya. Namun saat puncak musim hujan tiba sekitar bulan Januari, komodo betina meninggalkan telur yang mulai basah bahkan terendam air hujan. Seluruh proses bertelur sampai menetas biasanya berlangsung dalam waktu 7-8 bulan.

Komodo kecil mulai menetas tepatnya sekitar bulan April saat musim hujan mulai berakhir. Anak komodo mulai menghiasi dan menambah jumlah populasi di Taman Nasional Komodo. Tapi sangat disayangkan komodo kecil ini tidak tahu induk betina dan jantan karena telah meninggalkannya. Komodo yang masih kecil bertahan hidup diatas pohon dengan makan serangga dan semut. Komodo kecil terus berada di atas pohon untuk menghindari serangan komodo dewasa, bisa jadi serangan itu oleh induk jantannya sendiri. Komodo kecil memerlukan masa sekitar lima tahun untuk tumbuh menjadi komodo dewasa, dan mampu hidup di alamnya selama 50 tahun.


KOMODO TRAVEL

Jl. SOEKARNO HATTA 50. LABUANBAJO

KOMODO-NTT-INDONESIA KP.86554

+62 85 253 254 255

+62 385 41480

info@komodo.co.id

WWW.KOMODO.CO.ID

LOKASI KAMI

Beranda Ke Atas

KOMODO Travel 2019 Apik Design.